Tadi malam kita menyaksikan
pertandingan antara timnas Indonesia versus Belanda. Bukan hasil 0-3 untuk tim
tamu yang membuat kita kecewa, tapi “diperetelinya” kostum kebanggaan timnas (merah
putih) saat bertanding. Ya, kostum itu merupakan identitas dan harga diri. Yang
berani mengusiknya berarti mencoba mengusik harga diri bangsa kita.
Mari kita flashback sejenak ke
sejarah penjajahan Belanda dahulu. Selama 3,5 abad bumi pertiwi ini diduduki dan
dikuras segala macam kekayaannya. Dan sebagai rakyat, kita diperlakukan seperti
budak. Segala haknya dirampas, begitukah manusia memperlakukan manusia?
Berkat kegigihan para pejuang
kita yang tidak mengenal putus, para penjajah tersebut dapat diusir dari negri
ini. Satu keinginan kuat yang dicita-citakan adalah agar penjajahan di atas
dunia ini dihapuskan. Artinya, bangsa kita tidak boleh sampai menjajah kembali.
Sekarang, memang tidak ada
lagi bangsa yang datang untuk menjajajah bangsa kita. Tapi faktanya, penjajahan
sekarang lebih kejam dan lebih menghancurkan segala aspek kehidupan. Ideologi dan
moralitas adalah sasaran utamanya. Kita bisa melihat, hampir seluruh media baik
elektronik maupun cetak isinya tidak ada yang luput dari pengikisan nilai-nilai
kemanusian. Lebih bahayanya lagi, semua itu tanpa banyak yang menyadari akan
akibatnya.
Bangsa yang kuat adalah yang
memiliki ideologi kuat. Selalu mempertahankan harga diri, apapun resikonya, bahkan sampai tetesan darah
terakhirpun. Apakah bangsa kita sekarang sudah demikian? Atau masih menjadi
domba yang mudah dipermainkah dan di adu satu sama lain. Wallahua’lam.
By. Agus Yasin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar